Kenali Jenis Kulit Anda

Kulit Sensitif

Bisa pula diartikan sebagai kulit yang tipis, mudah luka dan kadang kala berwarna kemerahan. Biasanya ditandai dengan mudah memerah atau meradang, sangat mudah berjerawat dan sering terasa gatal atau memerah jika terkena kosmetik atau perawatan kulit. Kulit jenis ini bisa jadi berminyak serta merta juga kering, namun kebanyakan sifatnya berminyak.

Perawatan kulit sensitif harus ekstra hati-hati. Sebaiknya selalu memperhatikan label produk kosmetik dan pilihlah produk yang diberi label ‘hypoallergenic’ atau produk khusus bagi kulit sensitif.

Untuk orang yang memiliki kulit sensitif, berkondisikan di mana pembuluh darah (kapiler) dan ujung saraf terletak dekat ke permukaan kulitnya. Hal ini pula yang sering dipakai oleh para ahli untuk menjelaskan perihal musabab orang yang berkulit sensitif.

Pun untuk orang yang memiliki kulit sensitif, masalah kulit bisa mudah terpicu dari pola makanan yang dikonsumsi. Seperti halnya ketika mengonsumsi makanan pedas, kafein, nikotin (rokok) dan Niacin (vitamin B3). Timbulnya gangguan kulit kebanyakan disebabkan oleh asupan konsumsi tersebut memperbanyak aliran darah ke permukaan kulit, sehingga kulit menjadi merah. Hal inilah yang menyebabkan timbulnya kemerahan pada kulit.

Bagaimanapun masih perlu diagnosa lebih lanjut oleh ahli medis bidang kulit untuk menyimpulkan jenis kulit anda. Jika terdiagnosa memiliki kulit yang sensitif, maka hindarilah pemakaian produk kecantikan sembarangan.

Kulit sensitif akan langsung bereaksi cepat ketika pigmen di dalam kulit bertemu dengan bahan kimia yang terkandung di dalam kosmetika. Jika dibiarkan menahun, akan mengakibatkan wajah rusak permanen dan tidak mulus lagi. Waspadalah gejala terasa pedih pada kulit yang kemudian dilanjuti dengan munculnya bintik-bintik merah ketika setelah menggunakan kosmetik tertentu.

Penting adanya, diperlukan pemilihan jenis perias wajah yang tepat. Untuk melengkapi pengetahuan seputar kulit sensitif, berikut beberapa hal yang dapat dijadikan pedoman:

  1. Analisa baik-baik tipe dan kandungan yang dimiliki oleh suatu produk kosmetik. Merk yang mahal  belum tentu menjadi standar jaminan kulit anda terbebas dari iritasi.
  2. Apapun keperluan jenis komestika, penting untuk dilakukan peninjauan ulang mengenai zat yang dimilikinya. Konsultasikan kepada ahli medis kulit terpercaya anda untuk mengetahui zat-zat kimia apa saja yang menjadi ‘pantangan’ untuk kulit berharga anda.
  3. Satu hal yang penting adalah faktor kebersihan wajah dalam menjaga kulit yang sensitif tetap sehat. Cucilah wajah secara teratur dengan menggunakan sabun khusus wajah yang sesuai dengan jenis kulit anda. Puin, penting pula untuk memperhatikan kebersihan dari alat kosmetik keseharian anda. Sperti halnya mencuci spons bedak yang sudah berkali-kali dipakai dengan air hangat atau lebih baik, diganti dengan yang baru sekalian.
  4. Hindarilah aktifitas pinjam meminjam alat kosmetik dengan orang lain, meninjaukulit sensitif sangat mudah bereaksi bila terkena kuman. Pun, hal ini merupakan salah satu cara dalam menjaga faktor kebersihan.[](DA)

Kenali Jenis Kulit Anda

Pada dasarnya, terdapat 3 klasifikasi jenis kulit pada manusia, ketiga tipe dasar kulit adalah kering, berminyak, dan kombinasi.

Kulit Berminyak

Kulit berminyak mudah terindikasi dengan terlihatnya permukaan kulit yang cenderung mengkilap. Pada jenis kulit macam ini, banyak kasus timbulnya komedo dan jerawat. Hal ini dikarenakan banyaknya kandungan kalenjar minyak (sebum) yang sebetulnya berfungsi membantu mencegah kulit dari kekeringan. Namun akibat lingkungan yang penuh kotoran dan debu yang tidak terlihat, kulit berminyak cenderung lebih mudah ‘menangkap’ kotoran dan debu yang tidak terlihat tersebut dibangdingkan jenis kulit kering. Tak ayal, kulit berminyak cenderung lebih mudah timbul jerawat pada permukaan kulit.

Sesungguhnya kendala ini mudah diatasi dengan mencuci muka dengan sabun khusus muka dan air yang mengalir. Cukup basuh wajah dengan air hangat terlebih dahulu untuk menghilangkan debu dan kotoran yang menempel, kemudian gunakan air dingin untuk mencuci wajah dengan sabun muka.

Bila perlu, untuk perawatannya dapat menggunakan toner dan astringent yang mengandung alkohol, dan jika perlu, gunakan cleanser cair yang formulanya sangat ringan. Kulit berminyak hampir tidak memerlukan pelembab, apalagi pada usia remaja.

Kulit Kering

Sesuai dengan namanya, kulit kering ditandai dengan kondisi kulit yang kering. Acapkali kulit mengelupas, dan seringkali terasa kencang, terutama setelah mencuci muka dengan sabun dan air. Kebalikannya dari kulit berminyak, tipe kulit kering seringkali kehilangan sebum.

Tipe kulit kering mudah bereaksi terhadap cuaca yang ekstrim, (sangat panas atau sangat dingin), sehingga seringkali terasa kencang. Kelebihan kulit kering ialah jarang timbul masalah jerawat.

Untuk jenis kulit ini, dianjurkan untuk menggunakan make-up dan toner berformula ringan serta bebas alkohol. Untuk cairan cleanser pilihlah yang creamy. Untuk pencegahan timbulnya keriput dini, dapat mengantisipasi dengan menggunakan pelembab setiap hari pada wajah, leher dan juga kulit di sekitar mata.

Untuk make-up, pilihlah foundation yang mengandung pelembab. Gunakan air hangat untuk melenturkan kulit kemudian bersihkan dengan air dingin.

Kulit Kombinasi

Mayoritas orang banyak yang memiliki jenis kulit semacam ini, jenis kulit berminyak terpusat di daerah “T” pada wajah (dahi, hidung dan dagu). Sementara untuk wilayah pipi, daerah seputar mata dan leher lebih kering ketimbang daerah “T”.

Acapkali permasalahan timbul dalam penanganannya. Biasanya dalam proses pembersihan, dengan menggunakan konsentrasi tinggi pembersih kulit untuk daerah “T”, serta untuk daerah yang lebih kering, pembersih diencerkan dengan sedikit air.

Kemudian pada daerah yang kulit kering mungkin butuh pelembab, tapi bisa jadi juga tidak. Permasalahan timbul ketika kita harus mencoba-coba untuk menemukan formula yang pas, apakah memang kulit kita butuh pelembab, atau tidak. Alhasil, wajah jadi sarana uji coba produk pabrikan kosmetik. Untuk hal ini, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan ahli kesehatan yang terpercaya.[](DA)

Kulit Berjerawat

//

Timbulnya jerawat merupakan permasalahan lanjutan dari persoalan jenis kulit berminyak. Jerawat pada kulit umumnya disebabkan oleh penumpukan lemak dilapisan tengah kulit. Pada lapisan ini terdapat kelenjar lemak pilo sebacea, serta merta akibat pengaruh iklim, kosmetik, faktor keturunan, peningkatan jumlah hormon (pada masa menjelang menstruasi), debu, dan makanan berlemak (junk food), acapkali terjadi penyumbatan pada pori-pori kulit sehingga demikiannya timbul jerawat pada kulit.

Penting adanya ketika membersihkan kulit wajah gunakanlah sabun bayi yang dinilai aman bagi kulit orang dewasa atau dengan sabun yang pH-nya normal (pH 6-7).

Tidak sulit untuk mencegah timbulnya, kuncinya adalah hidup bersih dan pola makanan bergizi. Sisanya cukup hindari penggunaan kosmetik yang berganti-ganti merk.

Segeralah berkonsultasi dan berobat ke dokter jika terdapat kasus jerawat yang meradang, agar semakin cepat diberikan penanganan dan pengobatan secara medis. Jangan menggunakan obat jerawat sembarangan tanpa petunjuk dokter.

Setiap kasus jerawat memiliki keunikan tersendiri, masing-masing kasus pun memiliki cara penanganan yang berbeda satu sama lainnya. Dalam hal ini , pada umumnya terdapat tiga tipe jerawat dari tinjauan sifat dan penyebabnya:

  • TIPE 1 : Jerawat Normal

Tipe jerawat ini lebih dikenal dengan jerawat konvensional. Sangat mudah dikenali, umumnya berupa tonjolan kecil berwarna merah jambu atau kemerahan. Kasus ini terjadi karena pori-pori  mengalami penyumbatan oleh bakteri yang kemudian terinfeksi.

Selain itu terdapat juga pemicu timbulnya jerawat jenis ini, yakni depresi. Dikala tubuh dalam kondisi stress, hormon pada kulit akan akan memproduksi minyak lebih banyak, serta merta didukung kondisi udara yang lembab sehingga memperbesar kemungkinan timbulnya infeksi jerawat.

Pencegahan:
Hidup bersih dan menjaga pola makan bergizi. Jagalah kebersihan wajah dengan mencuci wajah dengan cairan pembersih yang cocok dengan jenis kulit anda. Sementara penjagaan pola makan sehat dan bergizi sangat kaya manfaat untuk mencegah timbulnya cadangan lemak berlebih pada wajah yang berpotensi menimbulkan jerawat.

  • TIPE 2: Jerawat Komedo

Komedo merupakan nama ilmiah dari pori-pori yang mengalami penyumbatan. Penyumbatan yang terjadi pun terdapat dua jenis, penyumbatan terbuka dan penyumbatan tertutup. Komedo yang terbuka dikenal sebagai sebutan blackhead, bercirikan terlihat seperti pori-pori yg membesar dan menghitam.

Komedo yang tertutup, atau disebut juga dengan whitehead, bercirikan memiliki kulit yang tumbuh di atas pori-pori yang tersumbat. Demikian halnya seringkali terlihat seperti tonjolan kecil berwarna putih.

Jerawat jenis komedo ini disebabkan oleh sel-sel kulit mati dan kalenjar minyak yg berlebihan pd kulit. Keadaan semakin  diperparah oleh pemakaian make-up yang mengandung minyak, didukung juga kondisi kulit sedang berkeringat bertemu udara yang panas dan lembab yang memicu penyumbatan pada pori-pori.

Pencegahan:
Senantiasa sediakan kertas penyerap minyak untuk menyerap kelebihan minyak di wajah dikalan perlu. Untuk perawatan berkala, gunakan juga masker untuk penaganan kulit berminyak 1 minggu sekali. Dan tidak ketinggalan, senantiasa jaga kebersihan kulit dan menjalani pola makan yang bergizi.

  • TIPE 3: Jerawat Batu/Jerawat Jagung (Cystic Acne)

Kasus keadaan jerawat tipe ini termasuk kondisi akut, sesegera mungkin harus diberikan penanganan medis pada jenis kulit ini.

Acapkali penderita cystic-acne bersifat genetik, kondisi in mayoritas dipicu oleh kondisi:
(1) kelenjar minyak yang over-aktif yg membanjiri pori2 dgn minyak,
(2) pertumbuhan sel2 kulit yg tidak normal yg tdk bisa beregenerasi secepat kulit normal dan
(3) memiliki respons yg berlebihan terhadap peradangan sehingga meninggalkan bekas di kulit.

Pengobatan:
Diperlukan penanganan medis pada dokter ahli kulit. Jangan sembarangan menggunakan obat jerawat tanpa resep dokter.

Bagaimanapun, pencegahan lebih baik pengobatam. Karena itu untuk tindakan pencegahan timbulnya jerawat dianjurkan untuk menjaga pola makan untuk lebih mengonsumsi asupan yang lebih bergizi. Pun, penting pula  menjaga kebersihan wajah dan kulit. Jalani olahraga teratur, karena dengan rutin berolahraga, maka kadar depresi semakin menurun serta merta resiko timbulnya jerawat pun semakin berkurang.

Secara kesimpulan, gaya hiduplah yang memiliki peran penting dalam pencegahan timbulnya jerawat. Cobalah meminum air putih secara teratur dari pagi hari hingga sebelum tidur di malam hari sesuai kebutuhan tubuh agar melancarkan peredaran darah dan membantu metabolisme.[](DA)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: