GEBYAR PERANG MADING MAN 2 KOTA KEDIRI

Dengan penuh semangat semua kelas berusaha menampilkan hasil terbaiknya dalam mencurahkan bentuk mading.

Juri di XI-IPA 2

Juri di XI-IPA 2

Siang ini, Selasa, 28 Oktober 2008 jam 12.00 wib usai sholat dzhuhur terlihat beberapa panitia Perang Mading MAN 2 Kota Kediri MAN KOTA KEDIRI II hilir-mudik mempersiapkan final Perang Mading 2008.

Didepan ruang guru sudah terlihat beberapa juri yang telah siap melakukan penilaian hasil karya para siswa, antara lain Pak Rifai, Pak Choirul Wahyudi, Bu Nurul Ichmiyati dan Pak Fata.

Dalam proses penilaiannya dimulai dari kelas XII IPA 1. Di kelas yang pernah menyabet juara I tahun lalu menampilkan tema Kincir Ilmu. Mading 3D yang dibangun dalam 5 hari itu bisa diputar layaknya kincir air sungguhan.

Kincir Ilmu by XII IPA.1

Kincir Ilmu by XII IPA.1

selanjutnya para juri menghampiri kelas XII IPA 2. Saat masuk ke dalam kelas juri disuguhi Mading berbentuk miniatur MONAS (Monumen Nasional). Dengan dominasi warna kuning yang ngejreng dan ujung monas berwarna merah itu dipenuhi artikel mulai dari ujung hingga bawahnya.

Replika Monas Kelas XII-IPA.2

Replika Monas Kelas XII-IPA.2

Perjalanan dilanjutkan ke kelas XI Bahasa yang berada di lantai 1 Gedung D (sebelah timur). Dengan mengadirkan tema Tebing Perjuangan, mereka  mencoa memmberikan nuansa natural yang dihiasi beberapa toy’s di tebing-tebing.

Saat para juri naik di lantai 2 gedung D  sempat dikejutkan dengan sambutan si-Poniem “Yohana” bakul jamu yang berpenampilan jawa dengan membawa bakul jamu menerangkan tema dan maksud dari MEBELSI “Media Belajar Siswa”  yang menjadi tema mading mereka.

Saat masuk di kelas XI IPA1 juri sempat dibikin tertegun sesaat melihat nuansa yang lain dari beberpa penampilan sebelumnya. Dengan menghadirkan tema All Abaut HP mereka membuat replika HP raksasa. Mereka mencoba menyampaikan segala hal yang berhubungan dengan fungsi, manfaat dan bahaya yang ditimbulkan dari HP.

Keterkejutan usai dari kelas XI IPA 1, para juri kembali dibikin geleng kepala dengan munculnya tema Mading 3D berbentuk Stadion (ELVANI) “Eleven IPA Itsnani” atau Sebelas IPA Dua.  Tidak pernah terpikirkan kalau siswa mampu membuat miniatur Stadion Sepak Bola dari bahan kardus “pinjaman” . Salut buat XI IPA 2.

Penilaian berpindah ke gedung C lantai 1, dikelas XII IPS 1 yang mengusung tema MONAS para juri disambut dengan aroma terapi daun pandan yang wangi alami. Selanjutnya juri kembali naik ke lantai 2. Di kelas XI IPS 1 para juri disuguhi pesawar AIR Langga yang siap tempur, ternyata di bawah pesawat terdapat bungker dan miniatur hanggar pesawat.

Beberapa nuansa yang hampir serupa menghiasi deretan kelas XI IPS 2 sampai kelas XI IPS 5. Mereka menghadirkan nuansa perjuangan dengan menampilkan miniatur SLG “Simpang Lima ngGumul”. Tetapi semangat dan kreatifitas mereka perlu mendapatkan acungan jempol, karena mereka telah terbukti mampu menciptakan hasil Mading 3D yang bagus dan menarik.

Di ujung tangga bawaah lantai 1 Gedung C (sebelah Selatan) Rumah adat Papua telah menunggu untuk dinilai. Penampilan yang unik dan artistik tersebut disuguhkan oleh kelas XII IPS 5 dalam waktu yang relatif singkat, sekitar satu hari.

Di kelas XII IPS 4 Mading dengan tema Sumber Pengetahuan berdiri tegak di depan kelas. Perwujudan replikas buku raksasa tersebut menyuguhkan berita yang juga bervariatif.

Disebelah timur XII IPS 4 ada mading bertema Penghijauan dari XII IPS 3 yang besebelahan dengan Mading replika Perahu dari XII IPS 2.

Rombongan juri yang didampingi Bapak kepala Sekolah melanjutkan penilaian ke kelas X-I yang bertemakan Gubuk Karya. “ini adalah hasil karya kami semua, walaupun baru pertama kali ini kami berusaha menyajikan yang terbaik” ujar Andis, ketua team mading X-I.

Disebelah  utaranya ada X-H, mereka menghadirkan tema My Musik dengan tampilan Gitar raksasa berhiaskan tangga nada. Berlanjut kesebelah utara lagi, kelas X-G menampilan taman nan asri dilengkapi dengan air mancur di tengah-tengahnya. Mereka mengusung tema  Hijau Tamanku, tidak lupa mereka memajang foto Presiden dan wakil Presiden sebagai backgroun taman.

Dua Mading di ujung gedung B adalah kelas X-F dan E yang menghadirkan tema “Efek Rumah Kaca” dilengkapi dengan ikan cupang di dalamnya dan Tema Seni IPtek, tapi sayang pengerjaannya kurang maksimal

Di lokal barat ada kelas X-A yang menampilkan super 3 D dengan tema yang menyeramkan. “Rumah Hantu”, tetapi akhirnya tema terebut dirubah menjadi “perjuangan” Beberapa juri sempat dibuat terheran-heran, termasuk Bapak Kepala Sekolah yang masuk satu persatu ke dalam lorong yang suram, dan di setiap ujung ada hantunya, hiiiiiiiiii ga takut deh. (hantunya ifa ma Ismia, hati-hati entar…….)

Kelas X-B mengusung tema rumah adat engan tampilan mirip pos satpam, tapi baik juga tuh. X-D anak otomotif tampil juga dengan rumah adat minang, lengkap dengan berita serba otomotif, tapi sayang kasihan yang nunggu tinggal Teguh ma temannya si-Cahyo, yang laenn dah pada kabur.

Terahir penjurian di kelas X-C, mereka mengusung tema Musium Jawa, dengan tampilan etalase yang mirip dengan aquarium meraka mencoba menyajikan berbagai berita di dalamnya, Tidak lupa mereka juga menghias sepanjang jalan naik ke lantai 2 di atas perpus dengan berbagai kreasi kertas krepp.

maaf bagi yang fotonya beum di up-load mohon sabar, karena bandwitnya kecil.

4 Responses

  1. x-G MANA GAMBARNYA?……………………………

  2. Buat anak X-G, mohon maaf, tunggu dulu ya dicari dulu gambarnya. trims

  3. Hm…
    Jurnalisnya koq sepi berkiprah di blog…

  4. x_g +golkil ja yua….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: